Jumat, 28 Juni 2013
Kamis, 27 Juni 2013
Senin, 24 Juni 2013
ORIENTASI PROGRAM STUDI S1 PGMI DI INDONESIA
ORIENTASI
PROGRAM STUDI S1 PGMI DI INDONESIA
Nilna Iqbal
Dzakiyyah
A. Latar Belakang
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikandan Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun
2005 tentang Guru dan Dosen, mensyaratkan peningkatan kualifikasi guru SD/MI
dari lulusan D II menjadi minimal lulusan S1 atau D IV. Pemberlakuan kedua
regulasi tersebut berimplikasi pada penyebar luasan Program S1 PGSD/S1
PGMI. Sehubungan dengan itu, Direktorat Ketenagaan DIKTI telah menyusun standar
kompetensi Guru Kelas SD lulusan S1 PGSD. Standar kompetensi tersebut
seyogianya dijadikan acuan dalam pengembangan kurikulum yang dilakukan pada
Program StudiS1 PGSD maupun S1 PGMI di setiap perguruan tinggi yang
melaksanakan program tersebut.
Periode ketiga dimulai ketika tahun 2005
yang secara yuridis adalah masa peralihan dari benih yang telah disemai sejak
bulan Juli tahun 2003, yaitu dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
20 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kehadiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan memberi sinyal kuat
bagi semua Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk merubah sistem.
Sinyal tersebut semakin kuat di penghujung tahun 2005 dengan kelahiran
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tentang Guru dan Dosen. Titik penting
undang-undang ini adalah adanya keharusan semua guru adalah lulusan
Strata 1. [1]
Hadirnya program Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) secara institusional ini, paling tidak telah
memberikan ruang gerak, arah, kebijakan serta strategi dalam kerangka
menyiapkan kompetensi keguruan kepada calon guru agar menjadi ahli dan
profesional secara akademik, serta memiliki sejumlah pengetahuan keguruan yang menjadi modal dasar untuk menjadi
tenaga pendidik yang layak, kompeten, serta terikat dengan sejumlah kode
etik keguruan pada tingkatan madrasah Ibtidaiyah. Program S-1 PGMI ini
menjanjikan sejumlah harapan kepada calon guru MI dengan bekal legalitas
sarjana sebagai tenaga pengajar pada MI dengan sertifikasi untuk mengajar
di MI. Atas dasar pemikiran tersebut, maka pendirian program S-1 PGMI di Perguruan
Tinggi Agama Islam (PTAI) dirasakan sangat penting dan strategis. Dikatakan
penting, karena melalui program S-1 PGMI dapat dijadikan awal dan kesempatan
bagi penyiapan guru yang profesional dan ahli pada tingkatan MI serta dapat
melahirkan lulusan MI dengan SDM yang baik pada tingkatan lokal dan nasional.[2]
Memperkuat
kebijakan pemerintah di bidang peningkatan SDM guru melalui program penghapusan
D2/D3 menjadi S1 bagi semua guru pada berbagai tingkatan dan jenis pendidikan;
hal ini dilakukan sebagai komitmen untuk memperkuat pelayanan dan mutu
pendidikan bagi setiap peserta didik, sehingga tidak ditemukan lagi guru yang
mengajar hanya bebekal pendidikan D2 dan D3 secara nasional.[3]
Dalil yang menerangkan tentang pendidikan:
Surah Azzumar ayat 9
امن هو قانت اناء اليل ساجدا وقائما يحذرالاخرة ويرجو رحمة ربه قل هل يستوي الذين يعلمون والذين لا يعلمون انما يتذكرأولو الالباب
Artinya:
Adakah sama orang yang mengetahui dengan orang orang yang tidak mengetahui? sesungguhnya
orang orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
B. Sejarah
Prodi S1 PGMI di IAIN Sunan Ampel Surabaya
Program Studi Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah (Prodi
PGMI) sebenarnya bukan merupakan Prodi baru di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan
Ampel Surabaya karena D II PGMI pada tahun 2000 sudah pernah berdiri hanya saja
eksistensinya tidak berlangsung lama karena kurang tidak ada peminatnya, dan
baru kembali menerima mahasiswa pada tahun akademik 2005/2006, akan tetapi,
seiring dengan munculnya regulasi baru tentang pashing out program D II
(Diploma dua) dan harus segera menjadi S1 (Strata Satu) maka setelah melakukan
proses pengurusan ijin penyelenggaran Prodi PGMI ke Jakarta pada tahun 2007
tepatnya pada tanggal 10 Juli 2007 Dirjen Pendidikan Islam Depag RI
mengeluarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam nomor
Dj.I/257/2007 tentang Izin Penyelenggaraan Program Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah (PGMI) jenjang strata satu (S1) pada Perguruan Tinggi Agama Islam
(PTAI) selama 2 (dua) tahun yang pada saat itu hanya berjumlah 62 Prodi S1 PGMI
pada PTAIN maupun PTAIS seluruh Indonesia yang terdiri dari 23 PTAIN dan 39
PTAIS.
Pada saat itulah Prodi S1 PGMI Fakultas Tarbiyah menjadi
program studi terbaru pada jenjang Strata Satu (S1) yang berdiri di bawah
Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya setelah prodi matematika dan bahasa
Inggris. Dua tahun kemudian setelah ijin perpanjangan penyelenggaraan Program
Studi PGMI tahun 2007 habis dan diajukan kembali untuk perpanjangan ijin dua
tahun lagi, maka turunlah Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam
nomor : DJ.I/485/2009 tentang Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Program Studi
Pendidikan Guru Madrsah Ibtidaiyah (PGMI) Jenjang Stara Satu (S1) pada
Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang berjumlah 24 PTAIN se
Indonesia ditambah satu PTAIN lagi yaitu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Berdirinya program studi ini tidak terlepas dari hasil kerja sama Departemen
Agama RI yang sekarang menjadi Kementerian Agama RI, IAIN Sunan Ampel Surabaya
dan Pemerintahan Australia yang diimplementasikan dengan nama LAPIS-PGMI
(Learning Assistance Program for Islamic Schools - Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah) yang berkantor di gedung Laboratorium Fakultas Tarbiyah lantai II.
LAPIS-PGMI telah bekerja sama dengan 7 (tujuh) PTAI (Perguruan Tinggi Agama
Islam) di Indonesia dengan bentuk kemintraan dalam konsorsium. Ketujuh anggota
konsorsium tersebut adalah Prodi S1 PGMI dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, IAIN
Mataram, Unisma Malang, UIN Alauddin Makasar, UMI Makasar, Stain Ponorogo dan
Unmuh Ponorogo. Setiap Prodi PGMI pada Perguruan Tinggi tertentu juga bekerja
sama dengan MI (Madrasah Ibtidaiyah) mitra yang total jumlah keseluruhannya ada
81 MI Mitra yang tersebar di Propinsi Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan
Sulawesi Selatan.[4]
C. Dasar Pemikiran PGMI
PGMI dirasakan sangat penting dan
strategis. Dikatakan penting, karena melalui PGMI dapat dijadikan awal dan
kesempatan bagi penyiapan guru yang profesional dan ahli pada tingkatan MI
serta dapat melahirkan lulusan MI dengan SDM yang baik pada tingkatan lokal dan
nasional. Penyiapan SDM lulusan PGMI yang baik ini, diharapkan pada akhirnya
akan memberikan konribusi positif bagi percepatan pembangunan nasional.
Karena itulah, melalui program PGMI ini,
paling tidak sasaran PGMI seharusnya diarahkan pada pencapaian sasaran, yaitu:
1. Memberi sejumlah kompetensi keguruan pada guru MI; Kompetensi yang
dimaksud adalah a) kompetensi pedagogik, b) kompetensi kepribadian, c)
kompetensi sosial, dan d) kompetensi profesional yang diperoleh melalui
pendidikan profesi, yakni sebagai guru MI/SDI melalui program PGMI,
2. Mewujudkan kinerja (performance) pembelajaran guru secara optimal
melalui PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan); kinerja
demikian diharapkan memberikan penyegaran terhadap proses pembelajaran
(instructional) dengan lebih menekankan pada pembelajaran berbasis siswa
sebagai sasaran (subyek) belajar melalui interaksi pembelajaran,
3. Penguasaan atas materi (content) kurikulum SD/MI dengan baik; yang
ditandai dengan kemampuan untuk
menguasai kurikulum berupa komponen institut, fakultas dan jurusan.
4. Memberikan kesempatan kepada Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI)
di daerah secara nasional untuk bersama-sama dan berkompetisi melakukan
percepatan pendidikan dan perbaikan mutu pendidikan guru pada tingkatan SD/MI
di sekolah/madrasah secara nasional, antara lain melalui: Lembaga Pendidikan
dan Tenaga Kependidikan Agama (LPTKA), PGMI, akreditasi, dan sertifikasi.[5]
D. Tujuan Jurusan PGMI
Prodi PGMI memiliki tujuan antara lain:
1.
Menghasilkan
guru dengan kompetensi pengajaran Islam yang spesifik serta manajemen.
2.
Mampu
menghasilkan sarjana di bidang Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah yang
memiliki kedalaman spiritualitas, keluhuran akhlak serta keluasan dan
integritas keilmuan di bidang Pendidikan Agama Islam dan juga mata pelajaran
madrasah ibtidaiyah sehingga tercermin sebagai pendidik madrasah ibtidaiyah
yang profesional, akuntabel, inovatif dan responsif terhadap perkembangan
zaman.
3.
Menghasilkan
guru kelas kompetensi pengajaran Islam yang spesifik serta manajemen.
4.
Mengembangkan
konsep pengajaran, sistem dan teknologi yang mudah diaplikasikan dalam
pengembangan pendidikan Islam.
5.
Mendukung
usaha peningkatan kualitas pendidikan Islam.[6]
E. Fungsi Program Studi PGMI
Adapun fungsi program studi PGMI adalah:
- Pelaksana pendidikan dan pembelajaran pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar.
- Pembina tenaga tenaga ahli dan guru Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar.
- Pelaksana penelitian dalam bidang pendidikan dasar khususnya pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar.
- Pelaksana pengabdian kepada masyarakat dalam bidang ilmu pendidikan dan teknologi pembelajaran untuk membangun masyarakat belajar.[7]
F. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)Program
PGMI
Standar kompetensi lulusan adalah
kualifikasi kemampuan lulusan yangmencakup pengetahuan, sikap, danketerampilan.
Berangkat dari profil sarjana yangdiharapkan di atas, maka kompetensilulusan
Prodi Pendidikan Guru MadrasahIbtidaiyah (PGMI) dikelompokkan dalamkompetensi
dasar, kompetensi utama, dan kompetensi tambahan.[8]
G. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar adalah kompetensi yang
dimiliki oleh setiap mahasiswa sebagai dasar bagi kompetensi utama, dan
kompetensi tambahan, antara lain:
1. Menguasai ilmu tentang Islam dan ilmu kependidikan guru madrasah
ibtidaiyah serta mampu menerapkannya di masyarakat dan dalam menjalankan
profesinya sebagai guru madrasah ibtidaiyah.
2. Menguasai general knowledge untuk menunjang profesinya sebagai
guru madrasah ibtidaiyah.
3. Sarjana muslim yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia.
4. Beragama, memiliki rasa kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, dan
rasa solidaritas sosial.[9]
H. Kompetensi Utama
Kompetensi
utama adalah kompetensi yang dimiliki oleh setiap mahasiswa sesudah
menyelesaikan pendidikannya di suatu program studi tertentu:
1. Menguasai karakteristik
peserta didik usia sekolah dasar yang berkaitan dengan aspek fisik,
intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang
sosial-budaya dalam mata pelajaran di MI.
2. Memahami kemampuan awal
peserta didik usia sekolah dasar dalam sepuluh mata pelajaran MI.
3. Memahami kesulitan
peserta belajar usia sekolah dasar dalam lima mata pelajaran MI.
4. Menguasai teori belajar
dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan sepuluh mata
pelajaran MI.
5. Menguasai berbagai
pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran dalam sepuluh mata
pelajaran di MI.[10]
[1] http://stainsalatiga.ac.id/jurusan/jurusan-tarbiyah/program-guru-madrasah-ibtidiyah-pgmi/,
di upload pada tanggal 24 Juni 2013, pukul 15.38.
[2] file:///E:/niel_na/Tugas2%20kuliah/semester%206/pembelajaran%20ICT/artikel-sejarah-prodi-PGMI-di-Indonesia.htm,
di upload pada tanggal 24 Juni 2013, pukul. 15.50.
[4]
http://diyahhasanah.blogspot.com/2012/12/sejarah-prodi-s1-pgmi-di-indonesia.html,
di upload pada tanggal 24 Juni 2013, pukul 16.50.
[5] www.ditpertais.net/06/download/contoh_desainkurikulum_pgmi.pdf di upload pada tanggal 24 Juni
2013, di upload pada tanggal 24 Juni
2013, pukul. 18.45.
[6] file:///E:/niel_na/Tugas2%20kuliah/semester%206/pembelajaran%20ICT/nuffiq-ahmad-baiquni-7-a-sejarah-prodi-s1-pgmi-di-indonesia.htm,
di upload pada tanggal 24 Juni 2013,
pukul. 19.40.
[7]
tarbiyahiainsu.com/index.php?option=com_content&view=article&id=100:tujuan-kompetensi-program-studi-pendidikan-guru-madrasah-ibtidaiyah-pgmi&catid=89:pendidikan-guru-madrasah-ibtidaiyah-pgmi&Itemid=601,
di upload pada tanggal 24 Juni 2013,
pukul. 19.50.
[8] file:///E:/niel_na/Tugas2%20kuliah/semester%206/pembelajaran%20ICT/Zamrotul-Muhibbah-PGMI-A.htm,
di upload pada tanggal 24 Juni 2013,
pukul. 19.55.
[9] http://maznubaroroh.blogspot.com/2012/12/tugas-uas-ict.html,
di upload pada tanggal 24 Juni 2013,
pukul. 20.23.
[10] http://kireinaiefa-yeoppo.blogspot.com/2012/12/sejarah-prodi-s1-pgmi-di-indonesia_26.html,
di upload pada tanggal 24 Juni 2013,
pukul. 20.30.
Minggu, 23 Juni 2013
contoh evaluasi dalam RPP tematik
Rencanan Pelaksanaan Pembelajaran
Satuan Pendidikan :
MI al hikmah
Kelas/Semester : VI/I
Tahun Pelajaran :
2012/2013
Waktu : 4x 35Menit
Tema : persatuan dalam perbedaan
Langganan:
Postingan (Atom)